Jakarta — Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Rabu (6/5/2026). Saat terdakwa Irvian Bobby membeberkan dugaan praktik “setoran”, permintaan fasilitas mewah hingga pembiayaan kegiatan politik yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun Bobby mengungkap adanya permintaan Immanuel Ebenezer yaitu uang Rp3 miliar yang disebut sebagai upaya “penyelesaian” pemeriksaan aparat penegak hukum (APH).
“Diselesaikan saja, 3 meter,” ujar Bobby menirukan percakapan yang diterimanya dalam persidangan. Ketika ia mencoba menawar, disebutkan jawaban yang diterima adalah: “Itu sudah murah.”
Sebelumnya persidangan juga mengungkap dugaan permintaan motor mewah merek Ducati. Bobby menjelaskan awalnya ia ditanya mengenai jenis motor yang cocok, hingga akhirnya menunjukkan tipe Ducati Scrambler melalui pencarian internet.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600px SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya baru yakin bahwa yang bersangkutan memang minta motor,” ungkap Bobby di hadapan jaksa.

Dugaan “Budaya” yang Sudah Lama Berjalan
Dalam keterangannya, Bobby juga menyebut praktik pengumpulan dana bukan hal baru. Ia menggambarkan adanya pola pembiayaan rutin untuk berbagai kebutuhan internal hingga kegiatan tertentu.
Menurut pengakuannya, sejak 2019 hingga 2022 terdapat pengeluaran ratusan juta rupiah per bulan untuk kebutuhan yang disebut pembiayaan kegiatan kedinasan, baik dalam kota maupun luar kota. Nilainya disebut bisa mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta per kegiatan.
Yang paling menjadi sorotan, Bobby juga menyebut adanya permintaan membantu kegiatan di daerah pemilihan menteri tenaga kerja pada tahun 2019 – 2024.
“Tahun 2024 Bu Menteri itu ingin mencalonkan diri sebagai DPR, dan Dapil beliau itu Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat” kata Bobby dalam sidang tersebut.
Ia menyebut ada beberapa kegiatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat yang turut dibiayai sebesar 200 juta rupiah setiap kegiatan. Bobby menegaskan setiap tahun ada 4 sampai 5 kegiatan sejak 2019 hingga 2024.

Saya Hanya Menjalankan
Di tengah derasnya pertanyaan jaksa, Bobby juga memberikan gambaran bahwa dirinya berada dalam posisi koordinator yang menjalankan mekanisme yang disebut sudah berlangsung sebelumnya. Ia mengaku mengetahui adanya pengumpulan dana dari pihak tertentu dan distribusinya di internal. Persidangan sendiri diperkirakan masih akan menghadirkan sejumlah saksi dan membuka fakta-fakta baru lain yang berpotensi menyeret nama tambahan dalam pusaran kasus ini.











