Jakarta, Tuturwarta.com, – Usai di kukuhkan menjadi anggota KONI Pusat di Rakernas KONI Tahun 2025, 5-6 September 2025 lalu. Tahun 2025 bagi keempat Federasi Nasional Pordasi menjadi fokus konsolidasi untuk melanjutkan transformasi organisasi sampai ketingkat pengurus provinsi hingga kabupaten/kota.
Memasuki tahun 2026 keempat Federasi Pordasi sepakat melanjutkan Trasfomasi Organisasi dengan program Transformasi menjuju Industri Olahraga Berkuda. Salah satu fokus yang akan dijalankan oleh keempat Federasi Berkuda adalah menyelenggarakan kegiatan kejuaraan olahraga berkuda baik di tingkat daerah dan nasional maupun internasional. Seluruhnya telah disusun dalam kalender kejuaraan olahraga.

Semua informasi tersebut dilaporkan Konfederasi Nasional dan keempat Federasi Nasional Pordasi kepada Ketum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Selasa ( 24/2/2026) dikantor KONI Pusat, Senayan Jakarta. Konfederasi Nasional Pordasi diwakili oleh Direktur Eksekutif Widodo Edi Sektianto, yang hadir bersama Ketum Federasi Nasional Pordasi Pacu Teddy Soediro, Ketum Federasi Nasional Pordasi Equestrian Dewi Larasati atau Tike, Ketua Harian Federasi Nasional Berkuda Memanah Mayjen TNI Agape Zacharia, dan Sekjen Federasi Nasional Pordasi Polo Hendra Sukanto.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600px SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pekan Olahraga Nasional dipertandingkan di NTT-NTB, kita hanya mempertandingkan olahraga Olimpiade, di luar itu, kita pertandingkan olahraga DBON, unggulan tuan rumah, dan pilihan tuan rumah,” terang Marciano.
“Minggu ini kita menentukan provinsi penyangga, mengingat tidak ada pembangunan sarana dan prasarana baru,” sambung Marciano.
Marciano juga berpesan agar pengurus provinsi hingga pengurus kabupaten/kota yang berada di bawah empat Federasi Nasional Pordasi harus aktif melakukan pembinaan atlet dan berkoordinasi dengan KONI tiap tingkatan.
Empat Federasi Nasional Pordasi Lakukan Persiapan Menuju PON XXII/2028 NTT-NTB

Selanjutnya, giliran Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah yang memberikan komentar kepada media. “Pada PON XXI/2024, kami sudah melaksanakan ekshibisi di Aceh Tamiang, sehingga menjadi kewajiban kami untuk mempersiapkan diri menuju PON XXII/2028,” buka Agape
“Namun berkuda memanah yang bukan cabang olahraga Olimpiade, tapi kami tetap berupaya mendapat dukungan dari KONI Provinsi dan pemerintah daerah (tuan rumah). Kami terus berkomunikasi agar berkuda memanah maupun pacu dapat dipertandingkan di PON XXII/2028,” sambungnya.
Federasi Nasional Pordasi Pacu mengonfirmasi tengah melakukan pendekatan dengan tuan rumah. “Untuk pacu, kami terus berkonsultasi dengan NTT dan NTB terkait persiapan PON, termasuk kesiapan kuda dan venue. Kami juga memastikan kondisi kuda sehat dan layak bertanding,” terang Teddy.
Terkait Berkuda Polo, direncanakan sebagai ekshibisi mengingat belum pernahnya melaksanakan syarat wajib pada PON
Tak ketinggalan, Konfederasi Nasional Pordasi mencanangkan PON Berkuda pada tahun 2027 sekaligus babak kualifikasi PON XXII/2028 NTT-NTB. “PON berkuda direncanakan pada Juni 2027 sebagai sarana persiapan panitia, penyelenggaraan, dan atlet. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari babak kualifikasi PON,” tegas Widodo.
“Dengan demikian, saat pelaksanaan PON XXII, berkuda Equestrian di DKI Jakarta, berkuda memanah di NTT/NTB, berkuda pacu di NTT, dan berkuda polo kemungkinan di Jakarta, semuanya sudah siap. PON Berkuda 2027 akan menjadi test event atau uji coba kesiapan sekaligus babak kualifikasi,” sambungnya mewakili Konfederasi Nasional Pordasi.











