Peluncuran dan Dialektika Buku “Filsafat Pemerintahan” oleh MIPI: Menggali Hakikat Ilmu Pemerintahan dari Ranah Filsafat

Sabtu, 4 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi dengan jajaran penulis Buku "Filsafat Pemerintahan", Muhadam Labola, Abu Hasan Asyari dan Laode Buzyali Fajman Sanbigs (foto: Ending)

Diskusi dengan jajaran penulis Buku "Filsafat Pemerintahan", Muhadam Labola, Abu Hasan Asyari dan Laode Buzyali Fajman Sanbigs (foto: Ending)

Jakarta – Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) menggelar acara “Peluncuran dan Dialektika Buku Filsafat Pemerintahan” di Aula Zamhir Islamie, IPDN Kampus Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025). Acara ini menjadi wadah reflektif bagi kalangan akademisi, praktisi, dan mahasiswa pemerintahan untuk menggali hakikat dasar dari ilmu pemerintahan melalui sudut pandang filsafat.

Kegiatan yang dihadiri para tokoh dan pemikir pemerintahan ini menampilkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid, M.A., Rocky Gerung, serta para penulis buku Filsafat Pemerintahan sendiri. Acara berlangsung hangat, kritis, dan penuh pemikiran mendalam mengenai dasar-dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia.

Ketua Umum MIPI dan sekaligus yang menginisiasi dibuatnya buku “Filsafat Pemerintahan”, Dr. Drs. Bahtiar Baharuddin, M.Si., dalam pernyataannya menyampaikan bahwa salah satu tujuan pembentukan MIPI adalah pengembangan ilmu pengetahuan pemerintahan.

“Kehadiran buku ini juga menjadi bagian dari agenda MIPI dalam memperkuat tradisi ilmiah di lingkungan pemerintahan Indonesia dan sebagai sarana pengembangan ilmu pemerintahan maka melalui penerbitan buku ini semakin mempertegas posisi dan peran MIPI sebagai salah satu Lembaga thing tank ilmu pemerintahan Indonesia” ujar Bahtiar.

Ketua Umum MIPI penginisiasi dibuatnya buku “Filsafat Pemerintahan”, Dr. Drs. Bahtiar Baharuddin, M.Si. (Foto: Ending)

Narasumber yang ditunggu sambutan ilmiahnya yakni Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid turut menyoroti pentingnya filsafat terutama dalam pemerintahan dimana filsafat itu berbicara mengenai kebenaran, keadilan, kemanusiaan dan demokrasi yang harus dibangkitkan Kembali pemahaman-pemahaman dalam pemerintahan.

“Filsafat itu penting karena yang berfilsafat itu bukan hanya pemimpin tapi juga masyarakat dan kalau pemerintah meninggalkan filsafat bisa berada pada landasan yang tidak benar dan berjalan tanpa arah, kasihan rakyat akan jadi korban maka dari itu pemerintah harus menjadi pelopor dalam menegakkan kebenaran dan terbuka agar membuat masyarakat merasa tentram”, ujar Ryas Rasyid mantan Menteri Negara Otonomi Daerah ini.

Sementara Rocky Gerung sebagai narasumber pamungkas mengajak peserta untuk melihat filsafat sebagai alat berpikir kritis terhadap realitas kekuasaan yang sering kehilangan makna moralnya.

Diskusi hangat terjadi dengan jajaran penulis, Muhadam Labola, Abu Hasan Asyari dan Laode Buzyali Fajman Sanbigs, terungkap buku ini menyoroti persoalan Utama dalam filsafat pemerintahan bukan hanya siapa yang memerintah tapi bagaimana dan untuk apa kekuasaan itu dijalankan juga mengupas kompleksitas relasi antara kekuasaan sebagai hulu kewenangan dan norma etis dalam praktik pemerintahan.

Para penulis buku turut menjelaskan bahwa karya ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap minimnya referensi filosofis dalam studi pemerintahan di Indonesia. Buku Filsafat Pemerintahan diharapkan menjadi rujukan baru bagi mahasiswa, dosen, dan birokrat dalam memahami esensi pemerintahan dari sudut pandang reflektif dan rasional.

Berita Terkait

100 Tahun Rahmi Hatta Diperingati Lewat Talkshow ‘Sebuah Legacy’, Menteri PPPA: Warisan Nilainya Tetap Relevan untuk Indonesia Emas 2045
Jaksa Bongkar Dugaan Budaya Setoran: Irvian Bobby Sebut Ada Permintaan Rp3 Miliar dan Ducati
TVRI Bersama Polri Siap Kawal Nobar Piala Dunia di Seluruh Indonesia
Terungkap di Sidang! Irvian Bobby Disebut Tak Bisa Menolak Pimpinan, Ikuti ‘Budaya’ Sejak 2012
Ketum PWI Pusat Hadiri Buka Bersama dan Pemberian Santunan dari PWI Jaya
Geothermal Soccer Indonesia Tebar Kebaikan di Ramadhan
Tepis Isu Mogok Kerja, Bupati Halmahera Tengah Sambangi RSUD Weda
KemenHAM Panggil PSSI Terkait Isu Rasis dan Bullying

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 01:01

100 Tahun Rahmi Hatta Diperingati Lewat Talkshow ‘Sebuah Legacy’, Menteri PPPA: Warisan Nilainya Tetap Relevan untuk Indonesia Emas 2045

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:46

Jaksa Bongkar Dugaan Budaya Setoran: Irvian Bobby Sebut Ada Permintaan Rp3 Miliar dan Ducati

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:02

TVRI Bersama Polri Siap Kawal Nobar Piala Dunia di Seluruh Indonesia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:57

Terungkap di Sidang! Irvian Bobby Disebut Tak Bisa Menolak Pimpinan, Ikuti ‘Budaya’ Sejak 2012

Sabtu, 14 Maret 2026 - 05:44

Ketum PWI Pusat Hadiri Buka Bersama dan Pemberian Santunan dari PWI Jaya

Berita Terbaru