Pidato Presiden Prabowo dalam KTT Bahas Palestina di Markas PBB

Selasa, 23 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto mengajak negera-negara untuk mengakui Negara Palestina agar bencana kemanusian di Gaza dapat dihentikan. Ajakan ini menjadi bagian dalam pidato di depan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Solusi Dua Negara di Markas PBB New York Amerika Serikat pada Senin (22/9/2025) Pukul 20:00 WIB.

KTT yang diinisiasi oleh Arab Saudi dan Perancis bertujuan untuk menyelesaikan krisi di Gaza dan menuntut solusi pembentukan negara Palestina yang merdeka yang hidup berdampingan dengan Israel.

Prabowo saat ini berada di New York untuk debutnya di PBB setelah Pemimpin Indonesia absen selama 10 tahun. Dalam pidatonya, Prabowo mengulang niat Indonesia untuk memulai hubungan diplomatik dengan Israel jika Palestina memperoleh kedaulatan yang layak.

“Kita harus menjamin kedaulatan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa begitu Israel mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel,” kata Prabowo kepada para pemimpin dunia.

“Kami akan mendukung semua jaminan untuk keamanan Israel,” kata Prabowo, sontak pernyataannya disambut dengan tepuk tangan di ruangan tersebut.

“Kemerdekaan harus berarti perdamaian. Pengakuan harus berarti peluang nyata menuju perdamaian yang langgeng. Perdamaian itu harus nyata bagi semua pihak.”

Pada bagian awal pidatonya, Prabowo mengatakan bahwa negara-negara yang berkumpul dalam KTT tersebut hadir untuk mengambil tanggung jawab historis mereka, “yang tidak hanya berkaitan dengan nasib Palestina, tetapi juga masa depan Israel dan kredibilitas PBB itu sendiri.”

Prabowo mengakhiri pidatonya setelah Indonesia siap menyediakan pasukan pemelihara perdamaian dan menutup pidatonya denga mengucapkan, “Damai sekarang. Damai segera. Kita butuh damai.”

Pernyataan Presiden Prabowo soal mengakui Israel asalkan mengakui Palestina pernah ia nyatakan saat menjamu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Jakarta pada bulan Mei lalu, di mana ia mengatakan bahwa Israel memiliki “hak untuk berdiri sebagai negara berdaulat”. Pernyataannya tersebut menjadi sorotan internasional, sekaligus memicu kekhawatiran atas pergeseran kebijakan luar negeri Indonesia. Pemerintah saat itu menyatakan bahwa hal ini tidak menjadi masalah karena pengakuan terhadap Israel baru dilakukan setelah solusi dua negara tercapai.

Microphone Mati

Jelang akhir pidato microphone Presiden sempat mati hingga akhirnya pidato diakhiri setelah micrphone kembali menyala. Kementerian Luar Negeri kemudian menjelaskan bahwa sesi tersebut memiliki aturan prosedur yang mengharuskan setiap negara memiliki waktu 5 menit untuk menyampaikan pernyataan. Setiap pembicara yang melebihi waktu yang ditentukan akan dimatikan mikrofone-nya. Meskipun ada keheningan di siaran langsung, kementerian tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa para delegasi dapat mendengarkan pidato Prabowo.

Berita Terkait

100 Tahun Rahmi Hatta Diperingati Lewat Talkshow ‘Sebuah Legacy’, Menteri PPPA: Warisan Nilainya Tetap Relevan untuk Indonesia Emas 2045
Jaksa Bongkar Dugaan Budaya Setoran: Irvian Bobby Sebut Ada Permintaan Rp3 Miliar dan Ducati
TVRI Bersama Polri Siap Kawal Nobar Piala Dunia di Seluruh Indonesia
Terungkap di Sidang! Irvian Bobby Disebut Tak Bisa Menolak Pimpinan, Ikuti ‘Budaya’ Sejak 2012
Ketum PWI Pusat Hadiri Buka Bersama dan Pemberian Santunan dari PWI Jaya
Geothermal Soccer Indonesia Tebar Kebaikan di Ramadhan
Tepis Isu Mogok Kerja, Bupati Halmahera Tengah Sambangi RSUD Weda
KemenHAM Panggil PSSI Terkait Isu Rasis dan Bullying

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 01:01

100 Tahun Rahmi Hatta Diperingati Lewat Talkshow ‘Sebuah Legacy’, Menteri PPPA: Warisan Nilainya Tetap Relevan untuk Indonesia Emas 2045

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:46

Jaksa Bongkar Dugaan Budaya Setoran: Irvian Bobby Sebut Ada Permintaan Rp3 Miliar dan Ducati

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:02

TVRI Bersama Polri Siap Kawal Nobar Piala Dunia di Seluruh Indonesia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:57

Terungkap di Sidang! Irvian Bobby Disebut Tak Bisa Menolak Pimpinan, Ikuti ‘Budaya’ Sejak 2012

Sabtu, 14 Maret 2026 - 05:44

Ketum PWI Pusat Hadiri Buka Bersama dan Pemberian Santunan dari PWI Jaya

Berita Terbaru