Tuturwarta.com, Jakarta – Setelah dilanda musibah kebakaran, Nasi Uduk Cipete 21 kembali bangkit dengan semangat baru. Menggandeng Heri Adi Asad sebagai manajer, pemilik Yudhi Rachmatullah kini membuka restoran di lokasi yang lebih luas dan strategis, tepatnya di Jalan Jati Padang, Marga I Nomor 37, Jakarta Selatan. Tempat ini dulunya sebuah perkantoran, kini disulap menjadi restoran bernuansa Betawi yang kental dengan budaya dan kehangatan lokal.
Ciri Khas Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lengkuas
Nasi Uduk Cipete 21 terkenal dengan menu-menu khas Betawi yang autentik. Nasi uduk menjadi menu andalan yang paling banyak dicari pelanggan. Selain itu, ada beragam hidangan lain seperti semur, soto Betawi, pindang, laksa, dan berbagai olahan ayam, bebek, serta ikan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600px SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hampir semua masakan Betawi kita angkat di sini. Kami ingin pelan-pelan mengangkat kembali makanan tradisional Betawi agar dapat diterima oleh masyarakat luas,” ujar Heri Adi Asad.
Salah satu menu istimewa yang menjadi primadona adalah ayam goreng lengkuas. Ayam yang diungkep dengan bumbu lengkuas ini memberikan cita rasa unik dan otentik yang menjadi ciri khas restoran.

Konsep dan Fasilitas Restoran
Berdiri di atas lahan seluas 1.050 meter persegi, Nasi Uduk Cipete 21 mampu menampung 100 hingga 150 orang. Restoran ini dirancang dengan konsep semi-outdoor yang didominasi ornamen Betawi, memberikan suasana nyaman bagi para pengunjung. Selain itu, tersedia juga fasilitas lengkap seperti:
* Ruang VIP atau ruang ber-AC yang dapat digunakan untuk meeting, arisan, atau acara lainnya.
* Musala yang nyaman bagi pengunjung muslim.
* Area bermain (playground) untuk anak-anak.
* Area parkir luas yang mampu menampung banyak kendaraan.
Manajemen Nasi Uduk Cipete 21 berkomitmen penuh menjaga kebersihan dan kualitas bahan baku. “Kami memilih pemasok yang terpercaya dan halal untuk menjaga kualitas makanan. Kebersihan dapur dan staf juga menjadi prioritas kami,” kata Heri.
Grand Opening: Palang Pintu Betawi
Rencananya, grand opening Nasi Uduk Cipete 21 akan digelar pada awal Oktober, sekitar tanggal 4 atau 5 Oktober. Acara peresmian ini akan dimeriahkan dengan pertunjukan palang pintu Betawi, sebuah tradisi adat yang khas. Yudhi Rachmatullah dan Heri Adi berharap acara ini dapat menarik perhatian masyarakat dan menghidupkan suasana lokal.

“Kami ingin acara peresmian ini hidup dan meriah. Kami akan mengundang beberapa pejabat untuk ikut serta,” tambah Heri.
Saat ini, Nasi Uduk Cipete 21 sedang dalam masa trial opening dan beroperasi dengan sekitar 20 karyawan. Manajemen berencana menambah jumlah karyawan seiring dengan meningkatnya kebutuhan.
“Semua yang kami lakukan adalah untuk kenyamanan pelanggan. Desain bangunan, makanan, hingga pelayanan, semuanya kami usahakan se-Betawi mungkin, karena pemiliknya pun asli orang Betawi,” tutup Heri Adi Asad. (ma)











