Jakarta, tuturwarta.com – Konser SOUL VI: Intimate Concert yang digelar oleh promotor BOZS Event Minggu 21/12 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) menyisakan kekecewaan bagi banyak penonton akibat berbagai persoalan teknis dan manajerial, jauh dari kata intimate concert atau Konser intim. Namun di tengah situasi tersebut, profesionalisme penyanyi Ari Lasso justru menjadi sorotan dan mendapat apresiasi besar dari penonton.
Dalam postingan instagram resminya @ari_lasso menulis:
Moment yg dgn matang kami siapkan , terjadi disaster di 2 lgu pertama.. Untung penonton didepan ngasih tau, FOHSPEAKER mati.
Di tahun 2025 mgkin ini pertama trrjadi dlm 20 taun …
Dan banyak banget cerita negativ ttg Soul id lastnite…
Amarah dll dan disaat penononton mulal panas dna berdiri m.. Mereka menyalakan timer..
Sy tidak rela kegembiraan 5000 n penonton direnggut
‘Hei EO kalo tiap menit sy yg over sy harus bayar, sy akan membayarnya. Bahkan kangen pun taksempat dibwakan…
Dan bgitubdinbackstage bgitu banyak cerita gelap ttg event ini….
Pihak promotorb Silakan mengcounter .. Parapenonton silakan komen,
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600px SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak awal penampilan, Ari Lasso terlihat menghadapi kendala audio yang cukup serius. Beberapa kali ia menghentikan lagu untuk mengoreksi kualitas sound system yang dinilai buruk, pencahayaan panggung yang terlalu gelap, hingga kondisi penonton yang kesulitan menemukan kursi karena buruknya sistem penataan. Kritik tersebut disampaikan secara terbuka di atas panggung, bukan untuk menyudutkan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan penonton.
Penyayi senior berusia 52 tahun ini mengaku tergugah melihat para penonton yang dirugikan akibat ketidakprofesionalan penyelenggara. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, ia tetap tampil total dan all-out dengan membawakan deretan lagu hits seperti Mengejar Matahari, Arti Cinta, dan Separuh Nafas, yang disambut antusias oleh penonton.
Momen paling mencolok terjadi saat lagu Hampa. Di tengah lagu, panitia terlihat memberi isyarat agar penampilan dihentikan dengan menyalakan lampu penuh ke arah penonton – still, sebuah tindakan yang cukup mengganggu suasana konser. Namun Ari secara tegas menyatakan akan menanggung sendiri biaya overtime, sehingga lighting kembali diarahkan ke panggung dan lagu dapat diselesaikan dengan layak.
Meski demikian, keterbatasan waktu akibat keterlambatan rundown membuat tiga lagu dalam daftar set Ari Lasso tidak sempat dibawakan, termasuk lagu favorit Kangen – Dewa 19.
Kekacauan teknis konser ini dirasakan langsung oleh penonton. Keterlambatan acara berdampak pada durasi penampilan, tidak adanya pemandu/usher kursi membuat penonton kesulitan mencari tempat duduk yang sudah dibeli, denah lokasi justru ditampilkan di layar panggung, serta minimnya panitia yang mudah dikenali di area konser. Area off-air tampak sepi aktivitas, jumlah barikade antar kategori penonton sangat terbatas, hingga situasi sempat chaos dan dipenuhi teriakan protes.
Sebagai reporter yang juga hadir sebagai penonton, terlihat mayoritas audiens berasal dari generasi milenial yang tampak kecewa dan kebingungan. Informasi yang sebelumnya disampaikan melalui akun Instagram @soul.concert pun dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Di tengah kekecewaan tersebut, penampilan profesional dari Ari Lasso, serta musisi lain seperti Raissa dan Yovie & Nuno, berhasil mengobati amarah penonton. Mereka tetap tampil maksimal meski berada dalam situasi yang jauh dari ideal.
Profesionalisme para musisi malam itu menjadi kontras tajam dengan lemahnya manajemen acara. Sebuah pelajaran penting bahwa kualitas konser tidak hanya ditentukan oleh nama besar pengisi acara, tetapi juga oleh kesiapan dan tanggung jawab penyelenggara di balik layar.
Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari pihak promotor even SOUL VI Intimate Concert di media sosial maupun di media massa mengenai kejadian tersebut.
Tanggapan Netizen
Keluhan ramai disuarakan netizen di media sosial instagram panitia @soul.concert , kebanyaka mereka yang menderita dan merasakan kekecewaan. Banyak yang menyoroti kontras antara profesionalisme musisi dan buruknya kinerja promotor.
“Bilang makasih sih sama om ari, gara gara mood kita jd naik bgt berdamai dgn kekosan hari ini🤣,” kata @Rickawin*****
“LO KACAU SIH! SEAT SAMPE RANDOM PDHL UDH BELI EXTRA SEAT BUAT BEST VIEW”, komentar @fil**hajar****
Beda lagi dengan komentar kekecewaan @ech***s, “summary nonton semalem:
1. tiket beli 2jt lebih utk berdua
2. tambah 800.000 utk booking seat
3. staf tuker gelang terbatas sehingga antri panjang
4. dilarang bawa air minum & makanan, infonya tumbler kosong aja boleh.. tapi pas masuk mau beli makan dan minum antrriiiii panjang trus chaos keabisan minum dan makan
5. beli bakwan dua, tahu goreng beberapa potong total 120.000
6. air mineral 1 botol 45.000 (harus berjuang utk dapat air minum)
7. selesai tuker gelang, dikira udah bisa masuk trnyata masih harus antri dan nunggu sampai jam 7.30
8. begitu masuk eh gak ada no kursi.. trs lay out berubah,, pdahal udah booking seat , yg harusnya di depan jd pindah di belakang (akhirnya dpt d kursi semula setelah konfirmasi dlu ke tamu yg udah dudukin kursiny)
9. sound & mic ketika youvi & nuno mendem
10. sound n mic ketika ari lasso mendem
11. harusnya ari lasso masih bawain 3 lagu lg tp d suruh stop karena keterbatasan waktu dan perizinan
12. AC kadang nyala kadang mati
13. untung sedikit terobati ngelihat guest star nya perform maksimal 🥺”
Tak sedikit juga yang membanjiri postingan @ari_lasso mengenai kejadian minggu itu.
Bro @ari_lasso loe keren! Nggak cuma nyanyi, tapi loe menghibur dan “berkomunikasi”, gue sampai nggak gitu peduli dg segala kekurangan yang ada. @raisa6690 bisa belajar banyak dari loe 😊, tulis @Bob_*****ka.
@rah****hamady komentar,” tidak mau lagi nonton si soul ini… jauh2 datang dari tasik disuguhi sound yg mendem. Tp karena mas ari emang suaranya keren dan pinter mencairkan suasana, rada terobati dengan suguhan lagu2 dari mas ari, raisa dan yovi&nuno… wilujeng mas ari 👍🏻👍🏻👍🏻 keren pokoknya suaranya , blm keliatan kalo udah aki2 kok 😂😂😂”.
“Saya merasa kita penonton dan performer ini korban dari EO yg gak jelas semalam itu. Semena-mena sama kita semua yg sudah antusias. Tau sendiri penikmat musik itu orang2 loyal, lah kok loyalitas kita dimanfaatkan dgn sadiss. Disuruh menunggu, mbatin, lapar haus. Untung ada rombong minum di luar venue, sangat menyelamatkan kami, sudah ga peduli lg dgn aturan gak boleh bawa fnb dari luar, lha wong ga disediakan di dalam (habis/ga disediakan entahlah). Tapi saya salut sama semua performer tetap mau lanjut manggung menghibur kami. Terima kasih pak Mas Ari! 🔥🙌”, komen dari @nadi**_dia**15. (usd)











